masjidmunzalan.id – Kampung Maghfirah menggelar Sujud Syukur 10 Tahun Kampung Maghfirah sekaligus Ikrar Wakaf pada Ahad, 27 September 2026, bertempat di Masjid I’tikaf Kampung Maghfirah.
Kegiatan ini menjadi momentum rasa syukur atas perjalanan satu dekade Kampung Maghfirah sekaligus menandai babak penting dalam keberlanjutan lembaga melalui deklarasi wakaf, ikrar wakaf, serta pengangkatan dan pelantikan anggota Badan Wakaf Kampung Maghfirah.
Acara dihadiri para tamu undangan dan tokoh, di antaranya Syeikh Riyadh Ahmad Dyab, Syeikh Syarif, Bapak Kasmen, Ustadz Ahmad Yusuf, Ustadz Muflih, Ustadz Yunus, Bapak Aris Ahmad Jaya, Bapak Ahmad Dofiri, Ustadz Luqmanulhakim, Ustadz Ahmad Hatta, Ustadz Firman M. Nur, Ustadz Arifin, serta Ustadz Suharto.
Selain para tamu undangan, kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri MILBoS International dan civitas IPIM Maghfirah, serta jamaah yang terdiri dari para waqif dan orang tua asuh. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang.

Rangkaian Sujud Syukur Satu Dekade
Rangkaian acara diawali dengan khotmil Qur’an dan pembacaan Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan video pembukaan serta sejumlah sambutan dan penyampaian pesan dari para tamu undangan.
Selepas rangkaian sambutan, seluruh jamaah melaksanakan shalat Ashar berjamaah yang dilanjutkan dengan Sujud Syukur, dipimpin oleh Syeikh Riyadh Ahmad Dyab. Sujud syukur tersebut menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan Kampung Maghfirah yang telah memasuki usia satu dekade.
Momentum ini bukan hanya menjadi peringatan perjalanan sepuluh tahun, tetapi juga menjadi titik untuk mengingat kembali perjuangan para pendiri, pengasuh, guru, santri, jamaah, waqif, orang tua asuh, dan seluruh pihak yang selama ini turut membersamai perkembangan Kampung Maghfirah.

Ikrar Wakaf dan Pengangkatan Badan Wakaf
Setelah Sujud Syukur, acara memasuki agenda utama berupa Ikrar Wakaf Kampung Maghfirah. Ikrar tersebut disampaikan oleh Ustadz Firman M. Nur, kemudian dilanjutkan dengan pengangkatan dan pelantikan anggota Badan Wakaf Kampung Maghfirah.
Pembentukan Badan Wakaf menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlangsungan Kampung Maghfirah agar manfaat lembaga dapat terus berkembang dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pesan dan sambutan dari Ustadz Arifin dan Ustadz Ahmad Hatta.
Belajar dari 100 Tahun Perjalanan Gontor
Salah satu pesan penting dalam peringatan satu dekade ini disampaikan oleh Ustadz Suharto, tamu kehormatan yang hadir sebagai utusan dari Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan nilai-nilai yang menjadi bagian penting dari perjalanan Gontor hingga mampu bertahan dan berkembang selama 100 tahun.
Di antara nilai yang ditekankan adalah jiwa keikhlasan para pendiri, ketulusan niat para perintis dan pejuang, serta orientasi perjuangan yang tidak berhenti pada kepentingan pribadi, tetapi ditujukan sebagai ibadah dan pengabdian untuk memberikan manfaat seluas-luasnya kepada umat dan bangsa.
Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi Kampung Maghfirah yang saat ini memasuki usia 10 tahun. Jika satu dekade pertama menjadi masa merintis, membangun, dan mengembangkan lembaga, maka perjalanan berikutnya diharapkan menjadi fase untuk semakin memperkuat sistem, menjaga nilai-nilai perjuangan, dan memperluas kebermanfaatan.
Dari Satu Dekade Menuju Khidmat yang Lebih Panjang
Peringatan 10 tahun Kampung Maghfirah tidak hanya menjadi seremoni mengenang perjalanan masa lalu. Ikrar wakaf dan pembentukan Badan Wakaf menjadi simbol komitmen agar perjuangan Kampung Maghfirah tidak bergantung kepada satu generasi, tetapi dapat terus dilanjutkan dari generasi ke generasi.
Dengan semangat keikhlasan, pendidikan, dakwah, dan pengabdian, Kampung Maghfirah berharap perjalanan satu dekade ini menjadi fondasi menuju cita-cita yang lebih besar: menjaga keberlangsungan perjuangan dan menghadirkan manfaat bagi umat dan bangsa hingga 100 tahun mendatang dan seterusnya.
Kampung Maghfirah — 10 Tahun Bersyukur, Berwakaf, dan Melanjutkan Perjuangan.