
masjidmunzalan.id – Pengasuh Masjid Munzalan Mubarakan, KH. Luqmanulhakim atau yang akrab disapa Ayahman, melaksanakan kunjungan silaturahim ke Masjid Munzalan Al Husni Sintang, Kalimantan Barat, Rabu (21/10/2026).
Kunjungan tersebut diawali dengan kegiatan Subuh Bahagia yang dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren mitra, serta keluarga besar Masjid Munzalan Al Husni Sintang.Momentum silaturahim ini menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiah sekaligus menghadirkan nasihat keagamaan tentang pentingnya memahami setiap keadaan hidup sebagai ujian dari Allah SWT.

Ayahman: Hidup Senang maupun Sulit, Keduanya Adalah Ujian
Dalam nasihatnya, Ayahman mengingatkan bahwa manusia sering kali lebih tertarik membicarakan kenikmatan dunia dibandingkan kehidupan akhirat.
Ia mengajak jamaah untuk kembali merenungkan makna ujian kehidupan melalui Surah Al-Fajr ayat 15–16.
Allah SWT berfirman:
فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ
Artinya: “Adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, ‘Tuhanku telah memuliakanku.'” (QS. Al-Fajr: 15)
Ayahman menjelaskan bahwa kenikmatan, kelapangan rezeki, dan berbagai bentuk kemuliaan duniawi tidak selalu berarti seseorang terbebas dari ujian.
Sebaliknya, kondisi tersebut justru dapat menjadi sarana Allah SWT menguji rasa syukur dan tanggung jawab hamba-Nya.
Kesadaran bahwa nikmat merupakan ujian diharapkan mampu menumbuhkan kerendahan hati serta menjauhkan manusia dari sikap sombong.
Menurut pesan yang disampaikannya, seluruh fase kehidupan mengandung ujian. Usia muda maupun tua, bisnis yang lancar maupun mengalami kesulitan, semuanya merupakan keadaan yang membutuhkan keimanan dan kesabaran.
Jangan Hanya Bersyukur Ketika Lapang, Lalu Mengeluh Saat Sempit
Ayahman juga mengingatkan jamaah tentang kandungan Surah Al-Fajr ayat 16:
وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ
Artinya: “Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, ‘Tuhanku telah menghinaku.'” (QS. Al-Fajr: 16)
Melalui kedua ayat tersebut, jamaah diajak memahami bahwa kelapangan dan keterbatasan rezeki sama-sama dapat menjadi ujian.
Ketika diberi kemudahan, manusia hendaknya memperbanyak rasa syukur. Sementara ketika menghadapi kesulitan, manusia perlu menjaga kesabaran, memperbaiki ikhtiar, dan tetap berprasangka baik kepada Allah SWT.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa ukuran kemuliaan seorang hamba tidak semata-mata ditentukan oleh keberhasilan materi atau banyaknya kenikmatan dunia.
Nikmat tidak seharusnya membuat manusia lalai, sebagaimana kesulitan tidak seharusnya menjauhkan manusia dari Allah SWT.

Silaturahim Bersama Anak-Anak TK May School Sintang
Dalam rangkaian kunjungannya, Ayahman juga menyempatkan diri bersilaturahim bersama anak-anak TK May School Sintang.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan generasi muda serta memperkuat nilai-nilai agama, pendidikan dan kebersamaan sejak usia dini.
Kehadiran Ayahman di Sintang tidak hanya mempererat hubungan antarpengurus masjid dan pondok pesantren mitra, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan semangat belajar, berkarya, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat.