masjidmunzalan.id – Sholat dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Selain menjadi amalan pembuka pagi, sholat ini dapat dikerjakan mulai setelah matahari terbit dan meninggi hingga menjelang waktu Zuhur. Lantas, kapan waktu terbaik untuk melaksanakannya?
Sholat dhuha menjadi salah satu amalan yang memiliki keutamaan dalam Islam. Rasulullah SAW bahkan berpesan kepada Abu Hurairah RA untuk menjaga tiga amalan, yakni puasa tiga hari setiap bulan, sholat dhuha, dan sholat witir. (HR. Bukhari dan Muslim).
Bagi umat Islam yang ingin mengamalkannya, berikut panduan singkat mengenai waktu, niat, jumlah rakaat, dan doa setelah sholat dhuha.
Kapan Waktu Sholat Dhuha?
Sholat dhuha dapat dilaksanakan ketika matahari telah terbit dan meninggi, umumnya sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit, hingga sebelum masuk waktu Zuhur.
Sebagai gambaran, sholat dhuha sering dikerjakan sekitar pukul 07.00–11.30 WIB, tetapi waktunya perlu disesuaikan dengan jadwal matahari terbit dan Zuhur di masing-masing daerah.
Waktu yang lebih utama adalah ketika matahari mulai terasa panas, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim mengenai sholat orang-orang yang kembali taat kepada Allah (shalat al-awwabin).
Berapa Rakaat Sholat Dhuha?
Sholat dhuha dapat dikerjakan minimal dua rakaat. Rasulullah SAW juga diriwayatkan melaksanakan sholat dhuha sebanyak empat dan delapan rakaat.
Bagi yang baru memulai, dua rakaat sudah cukup untuk membiasakan diri menjalankan amalan sunnah ini secara istikamah.
Bacaan Niat Sholat Dhuha
Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatadh-dhuha rak’ataini lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku berniat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Niat pada dasarnya berada di dalam hati. Bacaan tersebut merupakan salah satu lafaz yang biasa digunakan untuk membantu menghadirkan niat sebelum sholat.
Tata Cara Sholat Dhuha
Pelaksanaan sholat dhuha pada dasarnya sama seperti sholat sunnah lainnya, yaitu:
- Berniat melaksanakan sholat dhuha.
- Takbiratul ihram dan membaca doa iftitah.
- Membaca surah Al-Fatihah dan surah Al-Qur’an.
- Melaksanakan rukuk, iktidal, dan dua kali sujud.
- Berdiri untuk rakaat kedua dan mengulangi rangkaian sholat.
- Membaca tasyahud akhir dan mengucapkan salam.
Tidak ada kewajiban membaca surah tertentu khusus untuk sholat dhuha.
Doa Setelah Sholat Dhuha
Setelah sholat dhuha, umat Islam dapat berdoa memohon keberkahan, kemudahan urusan, serta rezeki yang halal dan bermanfaat.
Salah satu doa yang dapat dibaca adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
Latin:
Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’an, wa rizqan thayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.”
Doa ini merupakan doa pagi yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW, dan dapat dibaca sebagai doa umum setelah sholat dhuha.