
masjidmunzalan.id – Ribuan jemaah memadati Lapangan Food Street UMKM Center kawasan Patoka, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Sabtu (3/10/2026). Mereka datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Pinyuh Islamic Vibes, Tabligh Akbar dan silaturahmi bersama Tuan Guru Ustadz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D.
Ada cerita menarik sebelum tausiah dimulai. Ustadz Abdul Somad bersama rombongan MBC (Motor Besar Club) dan Club motor lainnya menempuh perjalanan dari Singkawang menuju Sungai Pinyuh dengan menggunakan sepeda motor. Perjalanan tersebut menjadi bagian tersendiri dari rangkaian kehadiran UAS di Kalimantan Barat, sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan rombongan dalam memenuhi undangan dakwah di tengah masyarakat.
Setibanya di Sungai Pinyuh, UAS langsung disambut antusias masyarakat. Kehadirannya menjadi magnet tersendiri hingga kawasan Lapangan Patoka dipenuhi ribuan jamaah yang telah menantikan tausiah sang dai.
Dalam tabligh akbar tersebut, UAS menyampaikan tausiah dengan mengangkat pelajaran sederhana namun sangat mendasar dalam kehidupan seorang muslim, yakni belajar berwudu dan menjaga kebersihan.
UAS mengingatkan bahwa dalam Islam, kebersihan tidak hanya berkaitan dengan apa yang terlihat oleh mata, tetapi juga menyangkut kesucian.
“Mesti suci dan bersih. Semua yang suci pasti bersih, tapi yang bersih belum tentu suci.”
UAS kemudian mengajarkan kembali tata cara menjaga kebersihan dalam wudu, mulai dari membersihkan wajah, mata dan hidung, membasuh tangan hingga siku, mengusap kepala dan telinga, hingga mencuci kaki.
Ia juga mengingatkan jamaah mengenai pentingnya bersiwak sebelum salat dengan mengutip sabda Nabi Muhammad SAW:
“Kalau tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak melaksanakan salat.”
Pesan kebersihan kemudian tidak berhenti pada kebersihan tubuh. UAS mengajak jamaah memperluas makna kebersihan hingga lingkungan. Jika diri sudah bersih, maka lingkungan juga harus bersih.
Dengan gaya penyampaian yang khas, ringan dan diselingi humor, UAS juga mengingatkan jamaah agar memperhatikan kebersihan pakaian, termasuk bagian-bagian yang terkadang luput dari perhatian.
Namun, dari seluruh kebersihan tersebut, UAS mengingatkan ada satu hal yang jauh lebih penting untuk dibersihkan, yaitu hati.
Hati harus dibersihkan dari dosa, iri, dengki, kesombongan dan berbagai penyakit hati. Sebab, kebersihan seorang muslim bukan hanya tentang tubuh yang bersih dan pakaian yang rapi, tetapi juga hati yang bersih dan dekat kepada Allah SWT.
UAS juga mengisahkan tentang seorang mualaf yang tertarik mengenal Islam setelah melihat nilai kebersihan yang diajarkan dalam agama Islam. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa perilaku dan akhlak seorang muslim dapat menjadi bagian dari dakwah.
Di hadapan masyarakat Sungai Pinyuh, UAS juga menyampaikan pesan tentang kejujuran dan amanah.
“Masyarakat Sui. Pinyuh tidak pandai bersandiwara, jujur dan semoga amanah.”
Pernyataan tersebut disambut hangat oleh jamaah yang memenuhi kawasan Patoka. Setelah tausiah, rangkaian kegiatan memasuki bagian yang penuh kekhusyukan. UAS mengingatkan bahwa puncak dari sebuah majelis ilmu adalah doa.
Ribuan jamaah kemudian bersama-sama menundukkan kepala dan mengangkat tangan, mengikuti doa yang dibimbing oleh Ustadz Luqmanul Hakim.
Doa bersama menjadi penutup Tabligh Akbar yang mempertemukan UAS dengan ribuan masyarakat Sungai Pinyuh dan sekitarnya.
Kegiatan yang mengusung semangat “Merajut Kebersamaan, Menguatkan Persaudaraan dalam Keberagaman” ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Dari perjalanan menggunakan motor bersama rombongan MBC dari Singkawang hingga berdiri di hadapan ribuan jamaah di Lapangan Patoka, kehadiran UAS di Sungai Pinyuh meninggalkan pesan yang sederhana namun mendalam:
Bersihkan diri. Bersihkan pakaian. Bersihkan lingkungan. Dan yang paling utama, bersihkan hati.
Dari Sungai Pinyuh, dakwah kembali bergema. Dari Patoka, ribuan hati dipertemukan dalam satu majelis, satu doa dan satu harapan untuk menjadi pribadi yang lebih bersih, lebih jujur dan lebih dekat kepada Allah SWT.
“Menangkap Burung di Bukit Selasih. Thank You, Terimakasih”
Penulis : Abah Hanan, Editor: Baba We