
masjidmunzalan.id – Saat sebagian orang memilih menjauh dari kepungan asap, ada mereka yang justru memilih mendekat untuk membantu. Ahad, 25 Oktober 2026, empat personel Paskas Rescue bersiap bergerak menuju Kalimantan Tengah membawa satu misi: hadir di tengah masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Empat personel tersebut adalah Nazhif Fikri, Randi Saputra, Abdurahman Syihab, dan Fadil. Mereka bergerak menggunakan Toyota Hilux, membawa semangat relawan untuk turun langsung melihat kondisi di lapangan.
Tujuan mereka bukan sekadar perjalanan. Ada api yang harus dihadapi. Ada asap yang harus dilawan. Dan ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Dari Sampit hingga Palangkaraya, Setibanya di Kalimantan Tengah, tim Paskas Rescue akan melakukan koordinasi dengan relawan dan pihak terkait di sejumlah titik. Di Sampit, tim akan berkoordinasi bersama Adi Cahyono.
Selanjutnya, koordinasi juga dilakukan di Palangkaraya bersama Bang Rohan untuk mengetahui kondisi terkini dan menentukan bentuk bantuan yang paling dibutuhkan di lapangan.
Paskas Rescue Membawa Sejumlah Rencana Aksi.
Mulai dari membantu memadamkan api di titik-titik karhutla, memberikan masker, oksigen, vitamin, hingga kebutuhan pendukung lainnya bagi masyarakat terdampak asap.
Jika di lokasi terdapat dapur umum yang membutuhkan dukungan, tim juga siap memberikan bantuan sesuai kebutuhan. Bukan Sekadar Datang, Tapi Ikut Turun Tangan. Karhutla bukan hanya tentang api.
Di balik kepulan asap, ada masyarakat yang harus tetap beraktivitas. Ada keluarga yang menghirup udara penuh asap. Ada anak-anak dan orang tua yang membutuhkan perlindungan.
Karena itu, kehadiran relawan menjadi bagian penting dalam situasi seperti ini. Paskas Rescue memilih untuk tidak hanya melihat dari kejauhan.
Dengan kendaraan yang membawa personel dan perlengkapan, perjalanan menuju Kalteng menjadi ikhtiar untuk mengambil bagian dalam penanganan bencana dan membantu mereka yang membutuhkan.
Semoga perjalanan ini diberikan kelancaran, keselamatan, dan kekuatan. Semoga setiap langkah menjadi manfaat. Dari Kalimantan Barat menuju Kalimantan Tengah. Ketika api membesar dan asap menyelimuti, kemanusiaan harus lebih dulu bergerak.
Penulis Abah Hanan | Editor Chairul Rijal Fitriandi