
munzalan.id – Puasa bukan hanya ibadah yang mengajarkan kesabaran dan pengendalian diri. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa puasa juga berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, mulai dari berat badan hingga tekanan darah. Bagaimana penjelasannya menurut Islam dan ilmu kesehatan?
Puasa merupakan salah satu ibadah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Melalui puasa, umat Islam dilatih untuk menahan lapar, dahaga, serta hawa nafsu sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Meski demikian, sebagian orang masih beranggapan bahwa puasa membuat tubuh lemas, sulit berkonsentrasi, dan kurang produktif.
Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa puasa yang dijalankan dengan pola makan dan istirahat yang baik berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan.
Lantas, bagaimana Islam memandang keutamaan puasa dan apa yang ditemukan para peneliti mengenai manfaatnya bagi tubuh?
Puasa Memiliki Kedudukan Istimewa dalam Islam
Dalam ajaran Islam, puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum. Ibadah ini juga menjadi sarana meningkatkan ketakwaan, melatih kesabaran, serta menjaga perilaku.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan puasa dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah RA.
الصِّيَامُ جُنَّةٌ
Ash-shiyamu junnah.
Artinya: “Puasa adalah perisai.” (HR. Bukhari)
Hadis tersebut mengingatkan bahwa puasa merupakan bentuk perlindungan spiritual yang mendidik seseorang untuk menjaga diri dari perbuatan buruk.
Dengan demikian, manfaat utama puasa dalam Islam berkaitan dengan keimanan dan ketakwaan. Adapun manfaat kesehatan merupakan potensi tambahan yang dapat dirasakan melalui pelaksanaannya secara tepat.
Mengapa Tubuh Bisa Terasa Lemas Saat Puasa?
Meskipun berpotensi menyehatkan, puasa tidak selalu membuat tubuh merasa lebih bugar. Sebagian orang dapat mengalami sakit kepala, kelelahan, pusing, rasa haus, atau kesulitan berkonsentrasi, terutama pada masa penyesuaian.
Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan perubahan pola tidur, asupan cairan yang kurang, aktivitas fisik yang berat, atau kebiasaan makan yang tidak seimbang.
Karena itu, menjaga kualitas sahur dan berbuka menjadi bagian penting agar puasa tetap berlangsung dengan baik. Saat sahur, pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, sayuran, serta buah-buahan.
Saat berbuka, hindari makan berlebihan dan utamakan pemenuhan kebutuhan cairan secara bertahap hingga waktu sahur. Istirahat yang cukup dan aktivitas fisik sesuai kemampuan juga dapat membantu menjaga kebugaran selama berpuasa.
Puasa Sehat, Ibadah pun Lebih Nyaman
Manfaat puasa tidak dapat dipisahkan dari kondisi kesehatan masing-masing individu.
Orang dengan penyakit tertentu, ibu hamil atau menyusui, lansia yang rentan, maupun mereka yang menggunakan obat-obatan khusus dapat membutuhkan pertimbangan medis sebelum berpuasa.
Islam sendiri memberikan keringanan kepada orang yang sakit atau berada dalam kondisi tertentu sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 184–185.
Hal ini menunjukkan bahwa ajaran Islam juga memberikan perhatian terhadap kemampuan dan keselamatan manusia dalam menjalankan ibadah.