Subuh Menggapai Keberkahan: Menjadi Manusia yang Bermanfaat

masjidmunzalan.id – Menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain merupakan bagian penting dari perjalanan kehidupan. Pesan tersebut disampaikan KH. Luqmanulhakim atau yang akrab disapa Ayahman dalam kajian Subuh Menggapai Keberkahan (SMK) di Masjid Munzalan Mubarakan Indonesia, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (2/10/2026).

Dalam kajian tersebut, Ayahman mengajak jamaah merenungkan kembali tujuan hidup melalui pesan yang terkandung dalam QS. Ar-Ra’d ayat 17.

Ayat tersebut menggambarkan perumpamaan tentang air yang mengalir dan membawa buih. Buih itu kemudian hilang, sedangkan sesuatu yang memberikan manfaat bagi manusia tetap berada di bumi. Perumpamaan ini menjadi pengingat bahwa sesuatu yang tidak memiliki manfaat pada akhirnya akan berlalu, sementara kebaikan yang memberikan manfaat akan meninggalkan keberkahan.

Ayahman kemudian mengajukan sebuah pertanyaan sederhana kepada jamaah.

“Pernah ndak kite bermanfaat untuk orang lain?”

Menurutnya, kehidupan jangan hanya diisi dengan rutinitas seperti makan, tidur, salat, nongkrong, bersantai, dan berbagai aktivitas lainnya. Lebih dari itu, manusia perlu memastikan bahwa keberadaannya menghadirkan manfaat bagi orang lain.

Ikhlas Tidak Harus Diketahui

Ayah Man juga mengingatkan bahwa amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas tidak selalu harus diketahui manusia.

Salah satu bentuk penjagaan Allah terhadap keikhlasan seseorang, menurutnya, adalah dengan menyembunyikan amal-amal kebaikan tersebut. Ada kebaikan yang tidak terlihat oleh manusia, bahkan baru diketahui setelah seseorang meninggal dunia.

Karena itu, seseorang tidak perlu menjadikan pengakuan manusia sebagai tujuan utama dalam berbuat baik.

“Bagi tugas, ndak mesti kumpul di satu tempat. Selama masih lillah dan tujuannya hanya Allah, kita akan kembali bertemu di satu tempat,” ujarnya.

Menurut Ayahman, sejauh apa pun seseorang berada, selama memiliki tujuan yang sama karena Allah, pada akhirnya akan dipertemukan. Sebaliknya, berada di tempat yang sama tidak menjamin seseorang memiliki arah yang sama apabila tujuannya berbeda.

Ia mengingatkan lima hal yang menjadi kesamaan dasar seorang Muslim: Tuhannya Allah, nabinya Muhammad, kitabnya Al-Qur’an, kiblatnya Ka’bah, dan semuanya dilakukan karena Allah (lillah).

Bukan “Siapa yang Bisa Dimanfaatkan?”

Dalam kajian tersebut, Ayahman juga mengajak jamaah mengubah cara pandang dalam menjalani kehidupan.

Pertanyaan yang perlu dikedepankan bukanlah:

“Aku bise memanfaatkan siape?”

Melainkan:

“Apa manfaat aku nih untuk orang lain?”

Menurutnya, keinginan untuk eksis dalam kehidupan merupakan hal yang perlu diarahkan kepada sesuatu yang memberikan manfaat.

“Kepingin eksis apa pun itu? Pastikan itu ada manfaatnya,” pesannya.

Beliau menegaskan bahwa keberadaan seseorang akan memiliki nilai ketika diisi dengan kebaikan dan kebermanfaatan.

“Sesuatu yang ade manfaatnya, pasti akan Allah jage.”

Harta, Tenaga, dan Doa

Menjadi manusia yang bermanfaat tidak selalu harus melalui sesuatu yang besar. Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda untuk memberikan manfaat.

Ayahman merangkumnya dalam tiga hal: Harta, Tenaga, dan Doa (HTD).

Harta dapat digunakan untuk membantu, tenaga dapat diberikan untuk melayani dan bekerja bagi kebaikan, sementara doa menjadi bentuk kontribusi yang dapat dilakukan siapa saja.

Pesan tersebut menjadi penutup sekaligus renungan bagi jamaah SMK agar keberadaan mereka tidak hanya sekadar “ada”, tetapi mampu menghadirkan manfaat.

“Jadilah manusia yang bermanfaat. Pasti akan dijaga oleh Allah. Allah jaga eksistensimu dalam kebaikan dan kebermanfaatan.”

Pada akhirnya, keberkahan hidup bukan hanya tentang seberapa lama seseorang hadir di dunia, tetapi tentang seberapa banyak kebaikan dan manfaat yang mampu ditinggalkan untuk orang lain.

Oleh Muhammad Furqon, Editor Chairul Rijal Fitriandi

Bagikan :
Berita Populer

Section Title

Keren! Motor Modifikasi Karya Pondok Pesantren Siap Bersaing di Kancah Asia

masjidmunzalan.id – Selain menghadirkan nasihat keagamaan, kunjungan Ayahman ke Sintang juga menjadi kesempatan untuk melihat kreativitas santri dari pondok pesantren mitra. Dalam silaturahim...

Silaturahim Ayahman ke Masjid Munzalan Al Husni Sintang

masjidmunzalan.id – Pengasuh Masjid Munzalan Mubarakan, KH. Luqmanulhakim atau yang akrab disapa Ayahman, melaksanakan kunjungan silaturahim ke Masjid Munzalan Al Husni Sintang, Kalimantan...

Sholat Dhuha Jam Berapa? Simak Waktu Terbaik, Niat, Jumlah Rakaat, dan Doanya

masjidmunzalan.id – Sholat dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Selain menjadi amalan pembuka pagi, sholat ini dapat dikerjakan mulai setelah matahari terbit...

Subuh Menggapai Keberkahan Bersama UAS: Dari Pontianak, Gerakan Kebaikan Terus Mengalir

masjidmunzalan.id – Suasana Subuh di Masjid Munzalan Indonesia, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (5/10/2026), terasa berbeda. Rangkaian Subuh Menggapai Keberkahan (SMK) menghadirkan Tuan Guru...

Ribuan Jemaah Padati Lapangan Patoka, UAS Tempuh Perjalanan dengan Motor dari Singkawang Menuju Sungai Pinyuh

masjidmunzalan.id – Ribuan jemaah memadati Lapangan Food Street UMKM Center kawasan Patoka, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Sabtu (3/10/2026). Mereka datang dari berbagai wilayah...

Ribuan Jamaah Padati Stadion Kridasana, UAS Sampaikan Pesan Nabi

masjidmunzalan.id –  Lautan manusia memadati Stadion Kridasana, Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (2/10/2026). Ribuan jamaah dari berbagai penjuru hadir untuk mengikuti Tabligh Akbar bersama...

Subuh Menggapai Keberkahan: Menjadi Manusia yang Bermanfaat

masjidmunzalan.id – Menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain merupakan bagian penting dari perjalanan kehidupan. Pesan tersebut disampaikan KH. Luqmanulhakim atau yang akrab disapa...

Safari Dakwah UAS Kalimantan Barat 2026: Cek Jadwal dan Lokasinya

masjidmunzalan.id – Safari dakwah Ustadz Abdul Somad (UAS) kembali menyapa masyarakat Kalimantan Barat. Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung selama 2–4 Oktober 2026, UAS dijadwalkan hadir...

Kapan Awal Puasa Ramadan 2027? Ini Perkiraan 1 Ramadan 1448 H

masjidmunzalan.id – dBulan Ramadan 1448 Hijriah diperkirakan akan berlangsung pada Februari hingga Maret 2027. Umat Islam di Indonesia masih perlu menunggu penetapan resmi pemerintah mengenai...