“Tidak Berpolitik Praktis” Adalah Sikap Politik Munzalan

(Ilustrasi : antaranews.com)

Kubu Raya (2/11/2024) – Memasuki masa pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di penghujung tahun 2024 ini, KH. Luqmanulhakim atau yang biasa disapa Ayahman menyampaikan pandangannya mengenai hal ini.

Dalam berbagai kesempatan, Ayahman menyampaikan bahwa Munzalan tidak melakukan politik praktis. Politik praktis dalam hal ini adalah bahwa Munzalan tidak memihak atau berafiliasi kepada salah satu partai politik atau salah satu pasangan calon kepala daerah.

Pandangan ini penting untuk disampaikan agar tidak ada orang yang memanfaatkan atau mengatasnamakan Munzalan untuk kepentingan politiknya atau untuk mendukung partai politik dan calon kepala daerah tertentu.

Akan tetapi Ayahman sendiri tetap menggunakan hak pilihnya dalam pilkada ini dan menganjurkan setiap orang terutama keluarga besar Masjid Kapal Munzalan untuk menggunakan hak pilihnya serta tidak menjadi golput dalam kontestasi politik ini.

Ayahman menegaskan bahwa santri Munzalan, yaitu orang-orang yang mengurus atau mengabdi di lingkungan Masjid Kapal Munzalan, tidak boleh melakukan tindakan yang dapat dikategorikan sebagai politik praktis.

Ayahman tidak melarang apabila ada orang di luar santri Munzalan, baik secara pribadi atau kelompok menggunakan haknya untuk melakukan kegiatan politik, selama hal itu tidak bertentangan dengan peraturan yang ada dan tidak membawa atau mengatasnamakan Munzalan dalam tindakannya.

Ayahman menjelaskan bahwa berbeda dalam pilihan politik itu adalah hal yang biasa, dan hal ini tidak boleh menyebabkan perkelahian atau perpecahan dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Saya atas nama Pengasuh menyampaikan kepada Abang Kakak semuanya, jangan percaya, jangan juga terpengaruh, bila perlu laporkan kalau ada orang-orang yang mengatasnamakan Masjid Kapal Munzalan, lalu dibawa-bawa kepada politik praktis. Kami keluarga besar Masjid Kapal Munzalan tidak berpolitik praktis.” tegas Ayahman.

Dalam dunia politik, sikap apapun yang kita pilih, dapat disebut sebagai sikap politik. Bahkan memilih untuk tidak berpolitik (apolitik) sekalipun dapat disebut sebagai sikap politik.

Tidak berpolitik praktis adalah sesuatu yang berbeda dengan tidak berpolitik (apolitik). Tidak berpolitik praktis berarti tetap memiliki pandangan atau opini politik, namun menolak terlibat dalam tindakan politik langsung atau pragmatis. Sikap ini cenderung menjauh dari tindakan politik yang berorientasi pada kekuasaan atau hasil jangka pendek. Sedangkan tidak berpolitik atau apolitik, yaitu memilih untuk sepenuhnya tidak terlibat atau tidak peduli dengan politik, baik dalam pandangan, opini, maupun tindakan, dan merasa politik tidak relevan atau penting bagi dirinya.

Semoga kita semakin dewasa dalam segala sikap, pikiran dan tindakan, sehingga dapat memilah dan memilih apa-apa yang semestinya kita prioritaskan untuk dilakukan, demi kebaikan kehidupan kita baik di dunia maupun di akhirat.

Bagikan :
Berita Populer

Section Title

Sholat Istikharah: Memohon Petunjuk Allah Saat Hati Dihadapkan pada Pilihan

masjidmunzalan.id – Dalam perjalanan hidup, manusia sering dihadapkan pada berbagai pilihan yang tidak mudah untuk ditentukan. Mulai dari urusan jodoh, pekerjaan, pendidikan, bisnis, hingga...

Sholat Tahajud: Ibadah Sunyi di Sepertiga Malam dengan Segudang Keutamaan

masjidmunzalan.id – Ketika sebagian manusia terlelap dalam tidur, ada hamba-hamba Allah yang memilih bangun untuk bermunajat dalam kesunyian malam. Mereka mendirikan sholat, memohon ampunan...

6 Tempat Mustajab Berdoa di Makkah yang Penuh Keutamaan

masjidmunzalan.id – Makkah Al-Mukarramah menjadi tempat yang selalu dirindukan oleh umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi pusat pelaksanaan ibadah haji dan umrah, kota suci ini juga...

Talbiyah: Ketika Hati Menjawab Panggilan Allah

masjidmunzalan.id – Talbiyah merupakan salah satu bacaan yang sangat dikenal dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Kalimat ini menggema di Tanah Suci, dilantunkan oleh jutaan jamaah sebagai...

Jejak Sejarah dan Peristiwa Penting di Bulan Rabiul Akhir

masjidmunzalan.id – Rabiul Akhir atau yang juga dikenal dengan nama Rabiul Tsani merupakan bulan keempat dalam kalender Hijriah. Seperti bulan-bulan lainnya dalam Islam, bulan ini menyimpan...

Kisah Rasulullah SAW Meminta Hujan Saat Kemarau Panjang

masjidmunzalan.id – Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT bukan hanya sebagai pembawa risalah bagi umat manusia, tetapi juga sebagai rahmat bagi seluruh alam. Kehadiran beliau membawa...

Munzalan Salurkan Bantuan kepada 4.856 Penerima Manfaat

masjidmunzalan.id – Kepedulian tidak cukup hanya diwujudkan dengan melihat kondisi masyarakat, tetapi harus hadir melalui langkah nyata. Semangat tersebut menjadi dasar aksi sosial Masjid...

Kabut Asap dan Karhutla Kalbar, Munzalan Hadirkan Bantuan

masjidmunzalan.id – Kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat menjadi perhatian bersama. Selama hampir satu bulan terakhir...

Munzalan Gelar Pelatihan Ilmu Sinematografi Dasar

masjidmunzalan.id – Masjid Munzalan Mubarakan melalui LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia (BMI) berkolaborasi dengan Ruank.id sukses menyelenggarakan Pelatihan Ilmu Sinematografi Dasar pada 24–25...