Kisah Nabi Muhammad SAW Saat Berdagang ke Syam di Usia 12 Tahun

Ilustrasi

masjidmunzalan.id – Perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW menyimpan banyak pelajaran berharga bahkan sejak beliau masih kecil. Sebelum menerima wahyu dan diangkat menjadi Rasul terakhir, Muhammad kecil telah melewati berbagai pengalaman yang membentuk kepribadian mulia, salah satunya perjalanan dagang ke Syam bersama sang paman, Abu Thalib.

Dalam perjalanan tersebut, tampak berbagai tanda kemuliaan yang melekat pada diri Rasulullah SAW. Kejujuran, akhlak yang luhur, dan penjagaan Allah SWT telah menyertai beliau sejak usia muda.

Rasulullah SAW Diasuh Abu Thalib Setelah Wafatnya Abdul Muthalib

Setelah kehilangan kedua orang tuanya, Nabi Muhammad SAW berada dalam penjagaan keluarga terdekatnya. Berdasarkan kisah dalam berbagai kitab Sirah Nabawiyah, setelah sang kakek Abdul Muthalib wafat, pengasuhan Rasulullah SAW dilanjutkan oleh pamannya, Abu Thalib.

Saat itu, usia Rasulullah SAW sekitar delapan tahun. Abu Thalib menerima amanah tersebut dengan penuh kasih sayang dan memperlakukan keponakannya seperti anak sendiri.

Di bawah asuhan Abu Thalib, Rasulullah SAW tumbuh menjadi sosok yang dikenal memiliki akhlak mulia, kejujuran, serta kepribadian yang berbeda dibandingkan anak-anak seusianya.

Perjalanan Dagang Pertama Rasulullah SAW ke Syam

Ketika berusia sekitar 12 tahun, Rasulullah SAW ikut bersama Abu Thalib dalam perjalanan perdagangan menuju wilayah Syam. Rombongan dagang tersebut melakukan perjalanan hingga sampai di Bushra.

Dalam perjalanan inilah terjadi peristiwa yang dikenal dalam sejarah Islam sebagai pertemuan Rasulullah SAW dengan seorang pendeta bernama Buhaira.

Pendeta Buhaira dikenal sebagai seseorang yang memiliki pengetahuan tentang kitab-kitab terdahulu. Ketika melihat rombongan dagang Abu Thalib, ia justru memberikan perhatian khusus kepada mereka.

Padahal sebelumnya, Buhaira tidak pernah memperhatikan rombongan pedagang yang melewati daerah tersebut.

Pendeta Buhaira Melihat Tanda-Tanda Kemuliaan Rasulullah SAW

Dalam sejumlah riwayat sirah disebutkan bahwa Buhaira melihat tanda-tanda istimewa pada diri Muhammad kecil yang sesuai dengan ciri seorang nabi sebagaimana terdapat dalam kitab terdahulu.

Buhaira kemudian memberikan pesan kepada Abu Thalib agar menjaga Rasulullah SAW dengan baik. Ia juga menyarankan agar perjalanan dagang tersebut tidak dilanjutkan terlalu jauh karena khawatir akan adanya bahaya yang dapat mengancam keselamatan Muhammad kecil.

Peristiwa ini menjadi salah satu kisah yang menunjukkan bagaimana Allah SWT menjaga Rasulullah SAW sejak sebelum masa kenabian.

Rasulullah SAW Kembali Berdagang Bersama Khadijah

Pengalaman berdagang tidak berhenti pada perjalanan masa kecil bersama Abu Thalib. Ketika Rasulullah SAW menginjak usia 25 tahun, beliau kembali melakukan perjalanan dagang ke Syam.

Kali ini, beliau membawa barang dagangan milik Khadijah binti Khuwailid, seorang saudagar terpandang dan kaya raya di Makkah.

Khadijah memilih Rasulullah SAW karena mendengar reputasi beliau sebagai sosok yang dikenal jujur, amanah, dan memiliki akhlak yang sangat baik.

Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah SAW ditemani oleh seorang pembantu bernama Maisarah. Kejujuran dan keberhasilan Rasulullah SAW dalam berdagang semakin memperkuat kepercayaan Khadijah kepada beliau.

Hikmah dari Perjalanan Rasulullah SAW Sebelum Kenabian

Kisah perjalanan Rasulullah SAW ke Syam memberikan banyak pelajaran bagi umat Islam. Sejak kecil, beliau telah menunjukkan nilai-nilai yang menjadi teladan hingga akhir zaman.

Di antaranya adalah:

  • Kejujuran dalam setiap amanah
    Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang dapat dipercaya, bahkan sebelum diangkat menjadi Rasul.
  • Semangat bekerja dan belajar
    Perjalanan dagang menjadi pengalaman penting yang memperluas wawasan Rasulullah SAW.
  • Akhlak mulia sebagai modal utama kehidupan
    Kemuliaan seseorang bukan hanya dilihat dari harta dan kedudukan, tetapi dari perilaku dan manfaatnya bagi orang lain.
  • Keyakinan bahwa Allah SWT selalu menjaga hamba pilihan-Nya
    Berbagai peristiwa dalam kehidupan Rasulullah SAW menunjukkan penjagaan Allah sejak masa kecil.

Perjalanan Rasulullah SAW ke Syam bukan hanya catatan sejarah, tetapi juga menjadi pelajaran bagi umat Islam bahwa karakter mulia harus dibangun sejak dini.

Sebelum menjadi pemimpin umat, Rasulullah SAW telah dikenal sebagai pribadi yang jujur, amanah, dan penuh kasih sayang. Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi dakwah beliau dalam membawa rahmat bagi seluruh alam.

Bagikan :
Berita Populer

Section Title

Keren! Motor Modifikasi Karya Pondok Pesantren Siap Bersaing di Kancah Asia

masjidmunzalan.id – Selain menghadirkan nasihat keagamaan, kunjungan Ayahman ke Sintang juga menjadi kesempatan untuk melihat kreativitas santri dari pondok pesantren mitra. Dalam silaturahim...

Silaturahim Ayahman ke Masjid Munzalan Al Husni Sintang

masjidmunzalan.id – Pengasuh Masjid Munzalan Mubarakan, KH. Luqmanulhakim atau yang akrab disapa Ayahman, melaksanakan kunjungan silaturahim ke Masjid Munzalan Al Husni Sintang, Kalimantan...

Sholat Dhuha Jam Berapa? Simak Waktu Terbaik, Niat, Jumlah Rakaat, dan Doanya

masjidmunzalan.id – Sholat dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Selain menjadi amalan pembuka pagi, sholat ini dapat dikerjakan mulai setelah matahari terbit...

Subuh Menggapai Keberkahan Bersama UAS: Dari Pontianak, Gerakan Kebaikan Terus Mengalir

masjidmunzalan.id – Suasana Subuh di Masjid Munzalan Indonesia, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (5/10/2026), terasa berbeda. Rangkaian Subuh Menggapai Keberkahan (SMK) menghadirkan Tuan Guru...

Ribuan Jemaah Padati Lapangan Patoka, UAS Tempuh Perjalanan dengan Motor dari Singkawang Menuju Sungai Pinyuh

masjidmunzalan.id – Ribuan jemaah memadati Lapangan Food Street UMKM Center kawasan Patoka, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Sabtu (3/10/2026). Mereka datang dari berbagai wilayah...

Ribuan Jamaah Padati Stadion Kridasana, UAS Sampaikan Pesan Nabi

masjidmunzalan.id –  Lautan manusia memadati Stadion Kridasana, Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (2/10/2026). Ribuan jamaah dari berbagai penjuru hadir untuk mengikuti Tabligh Akbar bersama...

Subuh Menggapai Keberkahan: Menjadi Manusia yang Bermanfaat

masjidmunzalan.id – Menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain merupakan bagian penting dari perjalanan kehidupan. Pesan tersebut disampaikan KH. Luqmanulhakim atau yang akrab disapa...

Safari Dakwah UAS Kalimantan Barat 2026: Cek Jadwal dan Lokasinya

masjidmunzalan.id – Safari dakwah Ustadz Abdul Somad (UAS) kembali menyapa masyarakat Kalimantan Barat. Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung selama 2–4 Oktober 2026, UAS dijadwalkan hadir...

Kapan Awal Puasa Ramadan 2027? Ini Perkiraan 1 Ramadan 1448 H

masjidmunzalan.id – dBulan Ramadan 1448 Hijriah diperkirakan akan berlangsung pada Februari hingga Maret 2027. Umat Islam di Indonesia masih perlu menunggu penetapan resmi pemerintah mengenai...