Haji Belum Tentu Mabrur, Kenali Tanda-Tandanya!

Ibadah Haji. (Foto.Net)

masjidkapalmunzalan.id – Menunaikan ibadah haji merupakan impian setiap muslim. Namun, tidak semua orang yang pulang dari Tanah Suci otomatis memperoleh predikat haji mabrur. Ada yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji secara fisik, tetapi perubahan akhlak dan perilaku tidak tampak setelah kembali ke tanah air.


Dalam buku Meraih Bening Hati dengan Manajemen Qolbu, Abdullah Gymnastiar menjelaskan bahwa haji mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah SWT, sedangkan haji mardud adalah haji yang tertolak. Karena itu, keberhasilan haji tidak hanya diukur dari terlaksananya ritual, tetapi juga dari perubahan diri setelah ibadah tersebut.

Peringatan Rasulullah SAW

Imam Al-Ghazali dalam kitab Asrar al-Haj yang diterjemahkan oleh Mujiburrahman mengutip hadis riwayat Abu Hurairah RA tentang pentingnya menjaga keikhlasan dan kesucian dalam berhaji. Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa tidak semua ibadah haji otomatis diterima oleh Allah SWT apabila tidak disertai niat yang benar dan perilaku yang baik.

Ciri-Ciri Haji Mabrur

Dalam buku 65 Kultum Kamtibmas karya Syarif Hidayatullah disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang haji mabrur. Beliau menjawab:


“Memberikan makanan dan menebarkan kedamaian.”


Sementara itu, Imam Badrudin Al-Aini dalam Umdatul Qari meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW juga menjelaskan ciri haji mabrur sebagai:


“Memberikan makanan dan santun dalam berkata.”


Dari hadis-hadis tersebut, para ulama menjelaskan bahwa tanda utama haji mabrur adalah meningkatnya kepedulian sosial, terjaganya lisan, serta tumbuhnya akhlak yang lebih baik setelah pulang dari Tanah Suci.

Tanda-Tanda Haji Belum Mabrur

Perubahan perilaku setelah berhaji menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas ibadah yang telah dijalankan. Beberapa tanda yang perlu menjadi bahan muhasabah antara lain:

1. Lisan Tidak Terjaga

Seseorang masih mudah berkata kasar, menyakiti orang lain, menggunjing, atau tidak menunjukkan perubahan dalam tutur katanya.

2. Menyebarkan Kebencian

Alih-alih menjadi pembawa kedamaian, seseorang justru gemar memicu konflik, memperkeruh suasana, dan menebarkan permusuhan di tengah masyarakat.

3. Tidak Peduli terhadap Sesama

Tidak ada peningkatan kepedulian sosial, enggan berbagi, dan tidak terdorong membantu orang lain, padahal memberi makan dan membantu sesama merupakan salah satu ciri haji mabrur.

4. Akhlak Buruk Tetap Menonjol

Jika setelah berhaji seseorang masih dikenal dengan perilaku buruk yang sama seperti sebelumnya, kondisi tersebut patut menjadi bahan introspeksi dan evaluasi diri.

Penyebab Haji Tidak Mencapai Derajat Mabrur

Para ulama menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat menghalangi seseorang meraih kemabruran haji, di antaranya:

  • Berangkat menggunakan harta yang tidak halal.
  • Menjalankan ibadah tanpa kesungguhan dan keikhlasan.
  • Lebih fokus pada aktivitas di luar tujuan utama ibadah.
  • Tidak menjaga akhlak, baik selama berada di Tanah Suci maupun setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

Muhasabah Setelah Pulang Haji

Kemabruran haji pada hakikatnya tercermin dari perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik. Semakin terjaga lisannya, semakin peduli kepada sesama, serta semakin santun dalam berinteraksi, maka semakin besar harapan bahwa hajinya diterima oleh Allah SWT.


Karena itu, setiap muslim yang telah menunaikan ibadah haji hendaknya terus melakukan muhasabah dan menjaga amal saleh agar keberkahan ibadah tersebut benar-benar membekas dalam kehidupan sehari-hari.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Bagikan :
Berita Populer

Section Title

Sholat Tahajud: Ibadah Sunyi di Sepertiga Malam dengan Segudang Keutamaan

masjidmunzalan.id – Ketika sebagian manusia terlelap dalam tidur, ada hamba-hamba Allah yang memilih bangun untuk bermunajat dalam kesunyian malam. Mereka mendirikan sholat, memohon ampunan...

6 Tempat Mustajab Berdoa di Makkah yang Penuh Keutamaan

masjidmunzalan.id – Makkah Al-Mukarramah menjadi tempat yang selalu dirindukan oleh umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi pusat pelaksanaan ibadah haji dan umrah, kota suci ini juga...

Talbiyah: Ketika Hati Menjawab Panggilan Allah

masjidmunzalan.id – Talbiyah merupakan salah satu bacaan yang sangat dikenal dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Kalimat ini menggema di Tanah Suci, dilantunkan oleh jutaan jamaah sebagai...

Jejak Sejarah dan Peristiwa Penting di Bulan Rabiul Akhir

masjidmunzalan.id – Rabiul Akhir atau yang juga dikenal dengan nama Rabiul Tsani merupakan bulan keempat dalam kalender Hijriah. Seperti bulan-bulan lainnya dalam Islam, bulan ini menyimpan...

Kisah Rasulullah SAW Meminta Hujan Saat Kemarau Panjang

masjidmunzalan.id – Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT bukan hanya sebagai pembawa risalah bagi umat manusia, tetapi juga sebagai rahmat bagi seluruh alam. Kehadiran beliau membawa...

Munzalan Salurkan Bantuan kepada 4.856 Penerima Manfaat

masjidmunzalan.id – Kepedulian tidak cukup hanya diwujudkan dengan melihat kondisi masyarakat, tetapi harus hadir melalui langkah nyata. Semangat tersebut menjadi dasar aksi sosial Masjid...

Kabut Asap dan Karhutla Kalbar, Munzalan Hadirkan Bantuan

masjidmunzalan.id – Kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat menjadi perhatian bersama. Selama hampir satu bulan terakhir...

Munzalan Gelar Pelatihan Ilmu Sinematografi Dasar

masjidmunzalan.id – Masjid Munzalan Mubarakan melalui LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia (BMI) berkolaborasi dengan Ruank.id sukses menyelenggarakan Pelatihan Ilmu Sinematografi Dasar pada 24–25...

OJOL BAHAGIA: Ruang Silaturahmi Driver Ojol di Masjid Munzalan

masjidmunzalan.id – Masjid Munzalan Mubarakan menghadirkan program OJOL BAHAGIA pada Rabu, 19 Agustus 2026, sebagai ruang silaturahmi dan berbagi kebahagiaan bersama para pengemudi ojek online...