
masjidmunzalan.id – Talbiyah merupakan salah satu bacaan yang sangat dikenal dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Kalimat ini menggema di Tanah Suci, dilantunkan oleh jutaan jamaah sebagai bentuk pengakuan atas kepatuhan dan kesiapan memenuhi panggilan Allah SWT.
Bacaan Talbiyah mulai dikumandangkan ketika jamaah telah memasuki keadaan ihram. Kalimat penuh makna ini menjadi simbol bahwa seorang hamba menyerahkan diri sepenuhnya untuk menjalankan perintah Allah SWT.
Dalam ibadah haji dan umrah, talbiyah bukan sekadar ucapan lisan, tetapi juga mencerminkan ketundukan hati, penghambaan, serta pengakuan bahwa tidak ada sekutu bagi Allah SWT.
Bacaan Talbiyah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Berikut bacaan talbiyah yang banyak diamalkan jamaah haji dan umrah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ. لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ. إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكُ لَا شَرِيكَ لَكَ
Labbaikallaahumma labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wa ni‘mata laka wal mulk, laa syariika lak.
Artinya:
“Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”
Makna talbiyah menunjukkan kesediaan seorang Muslim untuk datang memenuhi seruan Allah SWT dengan penuh keikhlasan dan ketaatan.
Tambahan Bacaan Talbiyah yang Dibolehkan
Selain lafaz talbiyah yang umum dibaca, terdapat beberapa tambahan bacaan yang diriwayatkan dari para sahabat.
Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Tuntunan Manasik Haji Nabi SAW menjelaskan bahwa tambahan dalam bacaan talbiyah diperbolehkan berdasarkan riwayat Nabi SAW terhadap para sahabat yang menambahkan doa dalam talbiyah mereka.
Di antaranya:
لَبَّيْكَ ذَا الْمَعَارِجِ، لَبَّيْكَ ذَا الْفَوَاضِلِ
“Aku memenuhi panggilan-Mu, wahai Dzat yang memiliki tempat-tempat tinggi, aku memenuhi panggilan-Mu, wahai Dzat yang memiliki segala keutamaan.”
Ibnu Umar RA juga diriwayatkan menambahkan:
“Labbaik wa sa‘daika, wal khairu biyadaika, war raghba’u ilaika wal ‘amal.”
Artinya:
“Aku memenuhi panggilan-Mu dengan penuh kebahagiaan. Segala kebaikan berada di tangan-Mu. Harapan hanya tertuju kepada-Mu dan amal hanya dilakukan untuk-Mu.”
Kapan Talbiyah Mulai Dibaca?
Talbiyah mulai dibaca sejak jamaah menetapkan niat ihram di miqat. Setelah seseorang berniat ihram, ia dianjurkan memperbanyak bacaan talbiyah sepanjang perjalanan menuju Makkah.
Dalam pelaksanaan manasik, talbiyah dianjurkan dibaca dalam berbagai keadaan, seperti:
- Saat melakukan perjalanan menuju Tanah Suci
- Ketika menaiki kendaraan
- Saat memasuki wilayah Tanah Haram
- Dalam perjalanan menuju tempat pelaksanaan rangkaian ibadah haji dan umrah
Bacaan ini menjadi pengingat agar hati jamaah selalu terhubung kepada Allah SWT selama menjalankan ibadah.
Kapan Bacaan Talbiyah Dihentikan?
Talbiyah memiliki batas waktu dalam pelaksanaannya.
Dalam ibadah umrah, jamaah berhenti membaca talbiyah ketika mulai melakukan tawaf.
Sedangkan dalam ibadah haji, talbiyah dihentikan ketika jamaah akan melakukan lempar jumrah pada tanggal 10 Zulhijah.
Dengan berhentinya talbiyah, jamaah berpindah menuju tahapan ibadah berikutnya sesuai rangkaian manasik.
Apakah Membaca Talbiyah Hukumnya Wajib?
Para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hukum membaca talbiyah.
Mazhab Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal berpandangan bahwa membaca talbiyah hukumnya sunnah. Meskipun bukan kewajiban, talbiyah menjadi amalan yang menyempurnakan ibadah haji dan meningkatkan kekhusyukan jamaah.
Sementara itu, sebagian ulama dari mazhab Maliki berpendapat bahwa talbiyah memiliki kedudukan yang lebih kuat dalam rangkaian ibadah haji.
Perbedaan pendapat tersebut menunjukkan luasnya khazanah fikih Islam dalam memahami tata cara ibadah.
Makna Spiritual Talbiyah dalam Haji dan Umrah
Talbiyah mengajarkan seorang Muslim tentang makna kepasrahan dan ketaatan kepada Allah SWT.
Ketika seorang jamaah mengucapkan “Labbaik Allahumma Labbaik”, ia sedang menyatakan bahwa dirinya siap memenuhi panggilan Allah, meninggalkan kesibukan dunia, dan mengutamakan hubungan dengan Sang Pencipta.
Suara talbiyah yang bergema dari jutaan jamaah di Tanah Suci menjadi simbol persatuan umat Islam dari berbagai penjuru dunia. Semua datang dengan tujuan yang sama: memenuhi panggilan Allah SWT.
Wallahu a‘lam.